Friday, May 15, 2015

Silaturahmi Mempermudah Rezeki


Benarkah silaturahmi melapangkan rizki?, mari kita sejenak melihat lebih jauh mengenai silaturahmi untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. Jika kita bertamu ke rumah seseorang, biasanya apa yang pertama kali dilakukan tuan rumah kepada kita?. Tentukan saja mempersilahkan masuk, lalu?, biasanya tuan rumah akan menanyakan mau minum apa?, apalagi kalau kita bertamu agak lama dan melewati jam makan. Biasanya tuan rumah akan mengajak kita makan. Bukankah dengan melihat hal yang terjadi dalam kehidupan sehari sebagaimana anekdot di atas kita sudah menemukan jawaban pertanyaan "Benarkah silaturahmi melapangkan rizki?", jawabannya "ya, silaturahmi melapangkan rizki". Segelas teh dan sepiring nasi beserta lauknya kalau untuk orang yang makannya tiga kali sehari dengan lauk yang mewah, mungkin tidak merasakan adanya kemudahan rizki yang dia peroleh dari bersilaturahmi. Tetapi untuk orang sedang kehausan dan kekurangan makanan karena perjalanan yang panjang akan merasakan segelas teh dan sepiring nasi merupakan nikmat yang luar biasa, apatah lagi bagi orang-orang yang jauh dari keluarganya merantau di negeri orang dalam keadaan keuangan yang kurang baik, diterpa haus dan lapar, segelas teh dan sepiring nasi akan menjadi nikmat yang sangat terasa besarnya. 



Ini sebenarnya sudah dikabarkan oleh Rasulullah Sholallahu 'alaihi wassallam dalam sabdanya:

Dari Anas bin Malikرضي الله عنه bahwa Rasulullahصلي الله عليه وسلم bersabda, “Barangsiapa ingin dilapangkan baginya rezekinya dan dipanjangkan untuknya umurnya hendaknya ia melakukan silaturahim.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Lalu hanya sekedar itukah kelapangan rizki yang diperoleh dari bersilaturahmi?, tentunya tidak. Tidak dapat dipungkiri, setiap manusia dalam perjalanan hidupnya membutuhkan orang lain. Seorang pengusaha memerlukan karyawan untuk menjalankan perusahaannya agar meraup keuntungan, sebagaimana karyawan juga memerlukan pekerjaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Silaturahmi antara seorang pengusaha dan pencari kerja tentunya mempermudah pengusaha dan karyawan mendapatkan masing-masing kebutuhan mereka. Bukankah itu juga merupakan kelapangan rizki?

Kemudian apa lagi?, silaturahmi membuat seseorang mengetahui banyak informasi dan pengetahuan. Ada yang mengatakan bahwa "informasi itu merupakan kebutuhan primer, karena dengan informasi seseorang bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya", tapi entahlah itu benar atau tidak. Tapi kalau merenung sejenak dan berfikir, seorang Ibu sedang mengobrol Ibu lainnya, ketika sedang terjadi obrolan yang panjang, salah satu dari dua Ibu tersebut bertanya, "Tadi pagi sarapan apa Ibu?", Ibu yang lain menjawab, "nasi uduk Ibu". Ibu yang bertanya tadi pun kembali bertanya, "Emang cara membuat nasi uduk itu bagaimana ya Bu", Ibu yang lain pun menjelaskannya sampai Ibu yang bertanya yakin bisa membuat nasi uduk juga. Singkat cerita, beberapa hari kemudian Ibu yang bercerita tadi berjualan nasi uduk, seiring berjalannya waktu ternyata nasi uduk Ibu tadi laris hingga menjadi penghasilan utamanya dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Bukankah itu bukti bahwa silaturahmi memang benar-benar melapangkan rizki bagi yang senang melakukannya. Hal ini tidak hanya berlaku pada nasi uduk, tapi juga informasi-informasi lainnya.

Lalu apa lagi?, kita buktikan sendiri apa benar sih silaturahmi melapangkan rizki,...

Dunia Hanya Persinggahan


Mau atau tidak, suka atau benci, setuju atau tidak, dunia itu adalah tempat persinggahan sementara kita sebelum sampai kampung tujuan kita, yaitu akhirat. Dan setiap kita berharap kembali ke kampung halaman kita, dimana tempat pertama tinggalnya bangsa manusia Adam dan Hawa, yaitu surga. Meskipun surga adalah tujuan kita, Allah tidak melarang menikmati apa-apa yang ada di kampung-kampung persinggahan kita selagi kita menikmatinya dengan cara yang tidak dilarang oleh-Nya, bahkan Allah ciptakan itu semua untuk dinikmati oleh bangsa manusia. 


Perhatikanlah firman Allah berikut:

"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS. Al-Mulk: 15)

"Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah di atas muka bumi. Dan carilah karunia Allah dang ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung" (QS. Al-Jumuah: 10)

Kebun-kebun yang menghasilkan buah-buahan, padi-padian, sayur-sayuran, rumah yang megah, pasangan hidup yang cantik atau tampan, kendaraan-kendaran yang laju, itu semua adalah kemegahan dunia. Tapi tidak sebanding dengan kemegahan yang ada di kampung halaman sana, yaitu surga. Sesuatu yang rasulullah sholallahu 'alai wassallam kabarkan keindahannya tak pernah terbayang oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terlintas di hati manusia. Sebagian keindahannya Allah kabarkan melalui kitab yang diturunkannya untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia, perhatikanlah ayat-ayat berikut:

"Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata, mereka bersandar di atanya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan apapun yang mereka pilih, dan daging burung apapun yang mereka inginkan, dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah, laksana mutiara yang tersimpan baik, sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan. Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa, tetapi mereka mendengar ucapan salam. (QS. Al-Waqi'ah: 15-26)

"Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya) dan naungan yang terbentang luas, dan air yang mengalir terus menerus, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk, Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) secara langsung, lalu kami jadikan mereka perawan-perawan yang penuh cinta dan sebaya umurnya. (QS. Al-Waqi'ah: 28-37)

Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan. Dan naungan(pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya. Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal, kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka). Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe, (yang didatangkan dari) sebuah mata air ( di surga) yang dinamakan salssabil. Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka mutiara yang bertaburan. Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga). Niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka berpakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal serta memakai gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci). (QS. Al-Insan: 13-21)

Siapakah Itu Iblis?


Iblis, sebuah nama yang mungkin tidak asing di telinga kita. Siapakah sebenarnya dia? Dan mengapa dia dikenal sebagai musuh bagi manusia. Iblis tidak seharusnya hanya dimusuhi secara lisan, tapi yang lebih penting lagi adalah dimusuhi dengan hati dan perbuatan. 



Berikut adalah beberapa kabar yang datang dari langit, mengapa Iblis harus dimusuhi:

Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan termasuk golongan yang kafir. (QS. Al-Baqaroh: 34)

Dan sungguh, kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian kami berfirman kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam!" maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud. (Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" Iblis menjawab, "Aku lebih baik dari pada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (Allah ) berfirman, "Maka turunlah kamu dari surga, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk mahluk yang hina." (Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu (kematian), sampai hari mereka dibangkitkan." (Allah) berfirman, "Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu." (Iblis) menjawab, "Karena engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." (Allah) berfirman, "keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barang siapa diantara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan aku isi neraka Jahannam dengan kamu semua." (QS. Al-A'raaf: 11-18)

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, "Sungguh Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk." Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali Iblis. Ia enggan ikut ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu. Dia (Allah) berfirman, "Wahai Iblis! Apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama mereka?" Ia (Iblis) berkata, "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk." Dia (Allah) berfirman: (kalau begitu) Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat," Ia (Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, oleh karena engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih diantara mereka." (QS. Al-Hijr: 28-40)

Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam! Maka merekapun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruk (Iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim. (Alkahfi: 50)

PERJALANAN SETELAH KAMPUNG DUNIA


Dunia ini memang fana, tetapi perjalanan selanjutnya akan jauh lebih fana jika kita tertipu dengan kebohongan dan kepalsuan dunia ini. Marilah kita sejenak melihat bagaimana perjalanan hidup kita setelah kampung dunia ini.


Nabi Sholallalahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Kubur adalah salah satu jurang diantara jurang-jurang neraka jahannam dan merupakan taman diantara taman-taman surga. (HR. Al-Baihaki)

Adapun nasib seorang mukmin yang meninggalkan dunia ini dan memasuki kehidupan selanjutnya digambarkan oleh Rasulullah sholallahu 'alai wassallam sebagaimana dalam sabdanya:

"Ketika ajal seorang mukmin mendekatinya atau ketika dia akan meninggalkan kehidupan dunia, datanglah serombongan malaikat dengan wajah berseri-seri bagaikan cahaya matahari, sambil membawa kain kafan dan parfum dari surga. Lalu rombongan malaikat itu duduk mendekatinya hingga memadati ruangan yang luasnya sejauh pandangan mata. Ketika ajalnya hampir tiba, datanglah Malaikat Izrail, sang pencabut nyawa. Izrail duduk mendekati kepalanya seraya berkata: Wahai jiwa yang baik, keluarlah dan pulanglah engkau ke hadirat Tuhanmu yang maha pengampun, terimalah ampunan dan keridaannya...!. Maka keluarlah roh itu dari jasadnya bagai air minum yang tercurkan dari dalam poci. Malaikat Izrail segera mengambilnya, lalu ia memasukkannya ke dalam kapan dan melumurinya dengan parfum yang diambilnya dari surga. Ketika itusemerbak wangi bau parfum yang wanginya tidak tertandingi oleh aroma parfum manapun di atas muka bumi, memancar dari kain kafan pembungkus roh si mukmin. Lalu malaikat Izrail serta para malaikat yang mengiringinya terbang ke angkasa sambil membawa roh yang telah dicabutnya menuju puncak langit ke tujuh. Setiap kali Izrail menjumpai sekumpulan malaikat, di setiap tingkatan langit mereka berkata: Milik siapakah roh yang baik ini? Ini adalahroh si fulan bin fulan. Jawab para malaikat yang mengiringi Izrail. Wah baik sekali fulan bin fulan, sahut mereka. Begitulah sambutan para malaikat yang berada di setiap tingkatan langit. Ketika malaikat Izrail dan para pengiringnya sampai di puncak langit dunia, dia minta agar pintu-pintu langit dibukakan untuk roh yang dibawanya. Maka dibukakanlah pintu-pintu langit untuknya. Setelah itu, setiap malaikat yang berada di seluruh persada langit ikut sampai di langit ke tujuh, Allah menyuruh mereka: Catatlah amal hamba-Ku ini di dalam Illiyin, kembalikanlah dia ke dalam tubuhnya yang sedang terkubur di dalam bumi. Setelah itu, datanglah dua malaikat, mereka membangunkannya dan segera bertanya: Siapakah Tuhanmu?, Allah adalah Tuhanku, jawabnya. Apakah agamamu? Mereka bertanya. Islam adalah agamaku, jawab si Mukmin. Siapakah lelaki yang diutus kepadamu sekalian? tanya mereka. Muhammad, dia adalah utusan Allah, jawabnya. Darimanakah kau tahu hal it? Mereka bertanya lagi. Aku baca kitab Allah, karena itu aku beriman kepada-Nya dan aku yakin akan kebenaran-Nya. Seketika itu, terdengarlah pernyataan yang diproklamirkan dari langit: Amat benar apa yang dikatakan hamba-Ku, siapkanlah tempat tidur dari surga untuk dia dalam kuburnya, ia dapat merasakan kelezatan dan keharuman aroma surga, ruangan di dalam kuburnya, dibikin luas seluas seluas pandangan matanya. Ketika kesunyian alam barzah mulai menghampirinya, datanglah seorang yang berwajah indah nan rupawan, berpakaian rapi nan necis, beraroma wangi dan harum, seraya berkata: Berahagialah dengan kebahagiaan yang dijanjikan untukmu hai sahabatku. Siapakah anda? Tanya mukmin yang lagi duduk sendirian dalam kubur. Aku ini adalah amal kebaikanmu, jawab orang itu. Ya Rabbi, ya Rabbi datangkanlah segera hari kiamat, agar aku dapat segera bertemu dengan keluargaku serta harta bendaku". (HR. Ahmad)

Adapun nasib orang-orang yang ingkar kepada Allah setelah meninggalkan kehidupan dunia dikabarkan oleh Allah sebagaimana firmannya:

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang dzolim berada dalam tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): Keluarkanlah nyawamu di hari ini kamu akan dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan perkataan dusta mengenai Allah dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya" (QS. Al-An'aam: 93)

Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar, (tentulah kamu merasa ngeri). Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya". (QS. Al-Anfaal: 50-51)

Rasulullah Sholallahu 'alaihi wassallam juga mengabarkan nasib orang-orang yang ingkar kepada Allah sebagaimana sabdanya:

"Ketika ajal si kafir hampir tiba dan ia akan segera meninggalkan kehidupan dunia, datanglah segolongan malaikat yang berwajah hitam nan garang, sambil membawa karung. Mereka duduk berbaris menghampirinya, sepanjang pandangan mata. Pada detik-detik terakhir kehidupannya, datanglah malaikat Izrail. Dia duduk di hadapanny, seraya menghardiknya: Hai jiwa yang kotor, keluarlah, kembalilah pada kemurkaan dan kemarahan Tuhanmu!. Maka jiwa mulai mengelupas dari tubuhnya, malaikat pun mencabutnya, seperti kawat berduri dicabut dari kain kusut. Lalu, malaikat itu menggenggamnya dan memasukkannya ke dalam karung yang telah disediakan oleh para malaikat yang mendampinginya. Ketika itu, keluarlah bau busuk dari dalam karung itu, yang busuknya melebihi segala sesuatu yang paling busuk di atas muka bumi. Setelah itu, Izrail dan para malaikat yang mengiringinya terbang ke atas angkasa. Setiap kali mereka bertemu para malaikat yang menghuni langit , mereka berkata: Wah bau busuk apa ini? Ini bau busuk roh si fulan bin fulan, sahut para malaikat yang mengiringi Izrail. Dan para malaikat pun menjelek-jelekkan namanya, seperti menjelek-jelekkannya di saat dia berada di bumi. Ketika mereka sampai di puncak langit dunia, Malaikat Izrail meminta dibukakan pintu-pintu langit. Tetapi tidak dibukakan. Kemudian Rasulullah membaca firman Allah:
"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula masuk surga, hingga ada unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan." (QS. Al-A'Raaf: 40)

Di saat itu Allah menyuruh mereka: "Catatlah amal hamba-Ku ini di dalam sijjin yang berada di lapisan bumi yang paling bawah! Roh si pendosa itu pun dilemparkan oleh malaikat dengan sekeras-kerasnya. Rasulullah sholallahu 'alaihi wassallam menegaskan ceritanya itu seraya membaca ayat:
"Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh".(QS.Al-Hajj: 31)

Setelah itu roh dikembalikan ke dalam tubuhnya, datanglah dua malaiakt, mereka membangunkannya, lalu bertanya: "Siapakah Tuhanmu?, Hah, hah, aku tak tahu, jawab si pendosa. Siapakah lelaki yang diutus kepada kalian?, tanya mereka. Hah, hah, aku tak tahu, jawab si pendosa. Kemudian tiba-tiba terdengar suara dari langit: Pembohong hamba-Ku ini, siapkanlah tempat tidurnya dari api neraka dan bukalah baginya pintu neraka! Dengan begitu dia merasakan panasnya api neraka dan mengenyam racunnya. Ruangan di dalam kuburnya dipersempit, agar menjepit tulang-tulang rusuknya hingga remuk. Dan ketika itu datanglah seseorang yang berwajah buruk nan garang, berbaju lusuh danberbau busuk. Dia menghampiri si pendosa seraya menghardiknya: Celaka kamu! Inilah saat kecelakaan yang dijanjikan untukmu! Siapakah kamu, wajahmu buruk sekali, kamu datang membawa kabar buruk, tanya si pendosa itu. Aku ini amal kejahatanmu, jawab orang itu. Si pendosa itu berkeluh kesah dengan penuh ketakutan: Ya Tuhanku jangan kau datangkan hari kiamat" (HR. Ahmad)

Mudah-mudahan Allah menjadikan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang mukmin, yang memiliki tempat beristirahat setelah lelahnya menempuh perjalanan panjang di kampung dunia.

Sample Text

Sample text

Powered by Blogger.

Social Icons

Social Icons

Followers

Unordered List

Featured Posts