Mau atau tidak, suka atau benci, setuju atau tidak, dunia itu adalah
tempat persinggahan sementara kita sebelum sampai kampung tujuan
kita, yaitu akhirat. Dan setiap kita berharap kembali ke kampung
halaman kita, dimana tempat pertama tinggalnya bangsa manusia Adam
dan Hawa, yaitu surga. Meskipun surga adalah tujuan kita, Allah tidak
melarang menikmati apa-apa yang ada di kampung-kampung persinggahan
kita selagi kita menikmatinya dengan cara yang tidak dilarang
oleh-Nya, bahkan Allah ciptakan itu semua untuk dinikmati oleh bangsa
manusia.
Perhatikanlah firman Allah berikut:
"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah
dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah
sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali
setelah) dibangkitkan. (QS. Al-Mulk: 15)
"Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah di
atas muka bumi. Dan carilah karunia Allah dang ingatlah Allah
sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung" (QS. Al-Jumuah: 10)
Kebun-kebun yang menghasilkan buah-buahan, padi-padian,
sayur-sayuran, rumah yang megah, pasangan hidup yang cantik atau
tampan, kendaraan-kendaran yang laju, itu semua adalah kemegahan
dunia. Tapi tidak sebanding dengan kemegahan yang ada di kampung
halaman sana, yaitu surga. Sesuatu yang rasulullah sholallahu 'alai
wassallam kabarkan keindahannya tak pernah terbayang oleh mata, tak
pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terlintas di hati
manusia. Sebagian keindahannya Allah kabarkan melalui kitab yang
diturunkannya untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia, perhatikanlah
ayat-ayat berikut:
"Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan
permata, mereka bersandar di atanya berhadap-hadapan. Mereka
dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas,
cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang
mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan
buah-buahan apapun yang mereka pilih, dan daging burung apapun
yang mereka inginkan, dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,
laksana mutiara yang tersimpan baik, sebagai balasan atas apa yang
mereka kerjakan. Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang
sia-sia maupun yang menimbulkan dosa, tetapi mereka mendengar ucapan
salam. (QS. Al-Waqi'ah: 15-26)
"Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, dan
pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya) dan naungan yang
terbentang luas, dan air yang mengalir terus menerus, dan buah-buahan
yang banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang
mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk, Kami menciptakan
mereka (bidadari-bidadari) secara langsung, lalu kami jadikan mereka
perawan-perawan yang penuh cinta dan sebaya umurnya. (QS. Al-Waqi'ah:
28-37)
Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak
melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang
berlebihan. Dan naungan(pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dan
dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya. Dan kepada
mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening
laksana kristal, kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka
tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka). Dan di sana
mereka diberi segelas minuman bercampur jahe, (yang didatangkan dari)
sebuah mata air ( di surga) yang dinamakan salssabil. Dan mereka
dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda. Apabila kamu
melihatnya, akan kamu kira mereka mutiara yang bertaburan. Dan
apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga). Niscaya engkau akan
melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka
berpakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal serta memakai
gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman
yang bersih (dan suci). (QS. Al-Insan: 13-21)


0 comments:
Post a Comment