Friday, May 15, 2015

Dunia Hanya Persinggahan


Mau atau tidak, suka atau benci, setuju atau tidak, dunia itu adalah tempat persinggahan sementara kita sebelum sampai kampung tujuan kita, yaitu akhirat. Dan setiap kita berharap kembali ke kampung halaman kita, dimana tempat pertama tinggalnya bangsa manusia Adam dan Hawa, yaitu surga. Meskipun surga adalah tujuan kita, Allah tidak melarang menikmati apa-apa yang ada di kampung-kampung persinggahan kita selagi kita menikmatinya dengan cara yang tidak dilarang oleh-Nya, bahkan Allah ciptakan itu semua untuk dinikmati oleh bangsa manusia. 


Perhatikanlah firman Allah berikut:

"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS. Al-Mulk: 15)

"Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah di atas muka bumi. Dan carilah karunia Allah dang ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung" (QS. Al-Jumuah: 10)

Kebun-kebun yang menghasilkan buah-buahan, padi-padian, sayur-sayuran, rumah yang megah, pasangan hidup yang cantik atau tampan, kendaraan-kendaran yang laju, itu semua adalah kemegahan dunia. Tapi tidak sebanding dengan kemegahan yang ada di kampung halaman sana, yaitu surga. Sesuatu yang rasulullah sholallahu 'alai wassallam kabarkan keindahannya tak pernah terbayang oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terlintas di hati manusia. Sebagian keindahannya Allah kabarkan melalui kitab yang diturunkannya untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia, perhatikanlah ayat-ayat berikut:

"Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata, mereka bersandar di atanya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan apapun yang mereka pilih, dan daging burung apapun yang mereka inginkan, dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah, laksana mutiara yang tersimpan baik, sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan. Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa, tetapi mereka mendengar ucapan salam. (QS. Al-Waqi'ah: 15-26)

"Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya) dan naungan yang terbentang luas, dan air yang mengalir terus menerus, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk, Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) secara langsung, lalu kami jadikan mereka perawan-perawan yang penuh cinta dan sebaya umurnya. (QS. Al-Waqi'ah: 28-37)

Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan. Dan naungan(pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya. Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal, kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka). Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe, (yang didatangkan dari) sebuah mata air ( di surga) yang dinamakan salssabil. Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka mutiara yang bertaburan. Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga). Niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka berpakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal serta memakai gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci). (QS. Al-Insan: 13-21)

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Sample text

Powered by Blogger.

Social Icons

Social Icons

Followers

Unordered List

Featured Posts